Sindangagung, [17/11/25] – Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sindangagung kembali menunjukkan komitmennya dalam pembangunan karakter generasi muda melalui program Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS). Kegiatan yang menyasar siswa-siswi MA Nurul Huda Kertawangunan ini bertujuan utama untuk membekali remaja dengan pengetahuan agama, etika sosial, serta pemahaman tentang risiko pernikahan usia dini.

Kepala KUA Sindangagung, Kepala KUA , menyampaikan bahwa BRUS adalah program prioritas Kementerian Agama untuk menciptakan keluarga yang berkualitas di masa depan.

“Masa remaja adalah masa krusial. Melalui BRUS, kami tidak hanya ingin mencegah kenakalan remaja, tetapi juga membuka wawasan mereka tentang pentingnya perencanaan masa depan yang matang. Termasuk memahami dampak negatif dari pernikahan dini, baik bagi kesehatan fisik, mental, maupun sosial,” jelas.

Acara bimbingan ini diisi dengan materi interaktif yang disampaikan oleh Penyuluh Agama Fungsional dan staf KUA, meliputi:

  • Pendidikan Pra-Nikah Dasar: Pemahaman mengenai tujuan berkeluarga dalam Islam.
  • Kesehatan Reproduksi Remaja: Pentingnya menjaga diri dan kesehatan organ reproduksi.
  • Bahaya Pernikahan Usia Dini: Diskusi mengenai konsekuensi hukum, psikologis, dan ekonomi.
  • Etika dan Akhlak: Pembekalan nilai-nilai agama sebagai benteng dalam pergaulan.

Para peserta BRUS tampak antusias mengikuti setiap sesi. Sesi tanya jawab menjadi momen paling aktif, di mana siswa-siswi mengajukan berbagai pertanyaan seputar tantangan pergaulan remaja di era digital dan kiat-kiat sukses menyeimbangkan studi dengan perkembangan sosial.

Seorang perwakilan siswa, Ajri, mengungkapkan rasa terima kasihnya. “Materi dari KUA sangat membuka mata kami. Kami jadi tahu bahwa menikah itu bukan hanya soal cinta, tapi soal tanggung jawab besar yang harus dipersiapkan dengan ilmu dan kematangan usia,” katanya.

KUA Sindangagung berkomitmen untuk terus berkolaborasi dengan sekolah-sekolah di wilayahnya dalam menyelenggarakan program BRUS secara berkelanjutan. Upaya ini merupakan langkah preventif bersama antara pemerintah, institusi agama, dan lembaga pendidikan dalam membentuk generasi muda yang cerdas, berakhlak mulia, dan siap menjadi pemimpin masa depan yang bertanggung jawab.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

2